Biroe21.Wordpress.com
We needed the change to better live

Seputar Disfungsi Ereksi

Selain disfungsi ereksi ringan, terdapat pula jenis yang tegolong disfungsi ereksi menengah dan disfungsi ereksi berat. Berat ringannya disfungsi ereksi tergantung pada penilaian dari dokter atau terapis yang menangani pasien.

Contoh-Contoh Disfungsi Ereksi Ringan

Disfungsi ereksi yang ringan adalah Keadaan dimana ereksi penis sekali-sekali terganggu sehingga tidak mampu melakukan koitus sampai ejakulasi. Bila masih cukup sering berhasil, maka sebagian besar penderita tidak pergi ke dokter. Kadang-kadang menunggu sampai 3 bulan bahkan sampai 6 bulan, dan biasanya lama-kelamaan gangguan ereksi akan memburuk. Bila ereksi terganggu dan pasangan tidak puas, maka akhirnya tiap akan koitus, timbul perasaan khawatir apakah koitus akan berhasil. Kekhawatiran akan membuat kualitas ereksi makin memburuk.

Contoh-contoh difungsi ereksi yang ringan:

a. Ereksi bisa dicapai pada saat bercumbu sampai penetrasi, tetapi koitus tidak bisa selesai sampai ejakulasi karena ereksi yang berkurang atau penis menjadi lembek sebelum ejakulasi. Akhirnya penis ditarik dari vagina lalu istri merangsangnya kembali dan penis bisa keras lagi dan koitus diulang dan bisa selesai. Walau kadang gagal seperti di atas, tetapi sekali-sekali ereksi masih bisa bertahan sampai ejakulasi di dalam vagina. Ini berarti sekali-sekali mengalami gangguan ereksi tetapi bisa ditolong sendiri sampai berhasil.

b. Ereksi sering sulit dicapai pada saat bercumbu sehingga gagal melakukan penetrasi. Tetapi sekali-sekali koitus bisa dilakukan dengan ereksi yang cukup keras sampai ejakulasi sehingga suami dan istri merasa puas.

c. Orang yang berpacaran atau berkencan, ereksi dirasakan tidak cukup keras, tetapi pada saat masturbasi ereksi keras dan normal. Walaupun tidak ada rencana untuk melakukan koitus, tetapi kegagalan ereksi saat berkencan akan menyebabkan kekecewaan dan ketakutan bagi keduanya. Pria merasa malu kepada pasangannya. Jika pasangan itu sudah menikah maka istri sangat kecewa. Kadang-kadang wanita berkomentar negatif, “Kok tidak keras, kenapa bisa begitu? Apa tidak cinta lagi kepada saya?” Atau wajah istri cemberut sehingga suaminya merasa sedih dan kecewa. Selanjutnya kualitas ereksi bisa makin memburuk.

d. Kadang ereksi bisa dicapai dan koitus bisa berlangsung sampai ejakulasi dengan wanita lain tetapi dengan istri sering gagal. Sebagian ahli mengatakan ini tidak termasuk gangguan disfungsi ereksi. Menurut penulis, ini sudah temasuk disfungsi ereksi. Pegangan yang utama ialah dengan pasangan perkawinan. Bila seseorang gagal melakukan koitus karena ereksi yang tidak sempurna dengan istri sudah termasuk disfungsi ereksi. Sebaliknya bila dengan istri ereksi bisa dicapai dengan normal dan koitus bisa berlangsung dengan sempurna, tetapi dengan wanita lain tidak bisa mencapai ereksi secara normal. Ini pun menjadi masalah apakah termasuk gangguan disfungsi ereksi. Pegangan utama ialah ereksi penis bisa dicapai dengan cukup sehingga koitus bisa berlangsung dengan istri. Jadi, ini dimasukkan suatu disfungsi ereksi pada keadaan yang khusus.

Disfungsi Ereksi Penis Sedang

Kondisi sedang (moderate) adalah kondisi antara ringan dan berat. Kondisi ini sangat bervariasi. Misalnya disfungsi ereksi ringan ditambah dengan health behavior yang tidak sesuai untuk kesehatan seperti perokok berat, peminum alkohol atau pekerja keras (workaholic) yang sulit diubah.

Kadang-kadang perilaku istri yang selalu menekan suami. Misalnya bila suami pulang agak terlambat, istri langsung marah atau curiga. Akibatnya suami jadi sering kesal. Walau keinginan antuk melakukan koitus dengan istri ada tetapi dengan sedikit rasa sesal ereksi sudah bisa menurun. Kadang-kadang libido menurun, keinginan seks hilang tetapi istri menuntut. Suami terpaksa mencoba tetapi karena libido kurang, ereksi lembek.

Istri menjadi marah. Selanjutnya ereksi tidak bisa lagi. Keadaan seperti ini sering terjadi pada keadaan sifat suami istri yang tidak sesuai. Akibatnya ereksi akan terus terganggu sampai waktu yang lama dan akhirnya suami benar-benar menderita disfungsi ereksi.

Dengan cara mengisi questionaire di atas lalu menjumlahkan hasilnya maka dapat diambil kesimpulan tingkat berat-ringannya disfungsi ereksi sebagai berikut

Mungkin juga waktu tidur yang tidak sesuai misalnya istri membutuhkan waktu tidur yang cepat mulai pukul 9 malam, sedangkan suami selalu telat tidur karena menonton televisi, membaca koran, bermain komputer, menonton pertandingan bola di layar kaca. Suami masuk kamar tidur pukul 12 malam atau lebih lalu mendapatkan istri yang sudah tertidur nyenyak dan susah untuk dibangunkan. Perasaan suami jadi kesal.

Sebaliknya istri sering menunggu suami masuk kamar tidur tetapi masih asyik nonton atau main internet. Walau istri mengajak atau memberi tanda supaya suami masuk ke kamar tidur tetapi suami tidak bergeming. Istri marah dalam hati tetapi biasanya tidak dikemukakan dengan terus terang.

Akhirnya timbul pertengkaran yang berkepanjangan. Saat suami mengajak koitus, istri menolak karena kesal dan balas dendam. Keadaan seperti ini cukup sering menjadi penyebab disfungsi ereksi.

Demikian juga sebaliknya. Suami ingin koitus sekitar pukul 10 malam. suami lelah bekerja dan besok pagi harus bangun cepat. Suami memberi tanda supaya istri masuk kamar tidur untuk koitus. Tetapi istri masih asyik menonton. Keadaan seperti itu terjadi hampir tiap malam.

Pada usia muda keadaan seperti itu tidak akan menyebabkan disfungsi ereksi. Tetapi pada usia lebih tua misalnya di atas 50 tahun, keadaan ini dapat mengganggu ereksi. Saat istri masuk kamar sekitar pukul 12 malam mereka mencoba melakukan koitus tetapi suami sudah mengantuk. Ereksi menjadi lemah sehingga istri marah. Suami juga marah karena tahu ereksinya lemah karena mengantuk dan tidak bergairah lagi.

Suatu saat istri minta koitus tetapi suami masih kesal. Akhirnya ereksi akan lemah terus setiap melakukan koitus. Jadi, sebenarnya sebagian besar disfungsi ereksi itu pada mulanya ringan, tetapi sulit disembuhkan karena berbagai sifat-sifat atau kondisi yang menghalangi penyembuhan. Ketidak cocokan antara suami dan istri menyebabkan hubungan emosi mereka atau kesempatan untuk melakukan koitus menjadi terganggu. Yang paling sering terjadi ialah suami malu berobat dan membiarkan gangguan ereksi berlangsung lama.

Sebagian pasien merasa disfungsi ereksi yang diderita sangat berat, meski menurut ilmu patologi disfungsi ereksi masih ringan. Misalnya disfungsi ereksi yang dialami pengantin baru. Lebih dari 3 bulan tidak mampu melakukan koitus karena proses ereksi yang tidak normal. Sebagai pengantin baru suami sangat mengharapkan koitus pertama dengan ereksi yang sempurna sehingga vagina bisa ditembus.

Bila ereksi tidak keras dan gagal beberapa kali, maka perasaannya sangat terpukul, dan istri merasa sangat kecewa. Oleh karena itu gangguan ereksi dirasakan termasuk berat. Sebenarnya bila gangguan ereksi baru berlangsung sejak permulaan perkawinan misalnya bulan tetapi sebelum pernikahan ereksi masih normal, maka keadaan ini termasuk dalam kondisi disfungsi ereksi yang sedang atau ringan. Lagi pula pada orang muda gangguan fisik kemungkinan jarang atau sangat ringan.

Sebagian besar kondisi disfungsi ereksi yang termasuk berat ialah bila telah berlangsung 6 bulan atau lebih pada keadaan-keadaan sebagai berikut:

a. Ereksi tidak bisa dicapai pada saat bercumbu sehingga penetrasi tidak bisa dilakukan. Kadang-kadang penetrasi bisa dipaksakan dengan harapan ereksi bisa terjadi di dalam vagina tetapi tetap gagal. Bila keadaan ini berlangsung terus dalam 6 bulan atau lebih maka disfungsi ereksi yang demikian sudah cukup berat.

b. Di samping itu ereksi pada waktu subuh atau pagi hari juga tidak ada lagi. Biasanya waktu pagi atau subuh pria terbangun karena ereksi yang keras atau karena keinginan untuk buang air kecil. Pada saat itu, biasanya ereksi cukup keras. Bila dalam waktu 6 bulan ereksi pada waktu pagi tidak terjadi berarti keadaan disfungsi ereksi cukup berat.

c. Bila koitus selalu gagal, dan dicoba diatasi dengan menonton blue film sendirian sambil melakukan masturbasi, ternyata ereksi tidak terjadi. Yang didapat hanya penis sedikit membesar tap tidak pernah ereksi. Bila hal ini berlangsung selama 6 bulan terus menerus berarti ereksi sudah cukup berat.

d. Di samping gejala dan kondisi di atas, sering penis terlihat makin mengecil atau berkerut. Pada saat mandi, penis dipegang dan digosok tetapi penis tetap kecil. Keadaan ini lebih memberatkan perasaan penderita.

Kondisi di atas menunjukkan disfungsi ereksi yang cukup berat terutama bila sudah berlangsung selama 6 bulan atau lebih. Sebagian laki-laki akan membiarkan keadaan itu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Makin lama keadaan itu berlangsung berarti disfungsi ereksi makin berat.

Disfungsi ereksi lebih berat lagi bila ada penyakit penyerta yang kebetulan ada atau sebagai penyebab misalnya diabetes mellitus, hipertensi, kerusakan medulla spinalis (sumsum tulang punggung) dan lain-lain.

Demikian juga konflik yang menimpa suami istri, terutama bila istri melakukan kontak seksual dengan pria lain. Keadaan seperti itu menyebabkan gangguan disfungsi ereksi lebih sulit disembuhkan sehingga masuk dalam klasifikasi berat.

sumber:majalah konseling

No Responses to “Seputar Disfungsi Ereksi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: